TK Di Makassar, TK Di Palu, TK Di Solo
Tips Parenting
Membuat
Bayi Tak belajar Mengontrol Emosi
Bayi kenal disiplin dari kebiasaan
sehari-hari. Tetapi kalau kebiasaaan sehari-hari saja membingungkan karena tak
ada aturan yang jelas untuk ditaati bersama, bagaimana bayi bisa bisa mengenal
dunia ini sebagai tempat yang nyaman, dapat dipercaya dan dikendalikan.
Semuanya serba tidak pasti, misalnya
kapan harus mandi, makan dan sebagainya. Akhirnya bayi tak pernah belajar
bagaimana mengontrol semosi melalui kebiasaan yang dilakukan sehari-hari
Lantas Apa yang sebaiknya dilakukan
oleh Orang Tua?
– Biasakan bayi tidur tepat waktu dengan pola tidur teratur dan ditempat tidur.
Rutinitas adalah langkan awal mengenalkan bayi pada disiplin.
– Berikan ASI dengan pola yang teratur
– Jaga kebersihan bayi dengan segera mengganti baju/popok bila basah
Membuat
Batita Semuanya Sendiri
Tidak ada aturan yang tegas di rumah
sehigga menyebabkan anak bersikap semaunya. Akibatnya anak tidak disukai dalam
pergaulan. Selain itu, kemampuan membedakan benar salah, baik/buruk akan terhambat.
Lantas apa yang sebaiknya dilakukan
oleh orang tua?
– Gunakan Taktik. Misalnya orang tua
tak ingin anak menonton TV sampai malam, sebaiknya segera ajak anak ke kamar.
Bacakan buku cerita atau dongeng kegemarannya sampai tertidur.
– Jangan asal melarang tetapi sampaikan juga alasannya dengan bahasa yang mudah
dipami anak.
– Sampaikan dengan jelas. Umpama, anak tak boleh bermain terlalu jauh, ini
membingungkan anak. Katakan saja kalau hanya boleh bermain diteras rumah.
Membuat
Anak Prasekola Sulit Ikut Aturan
Selain kesulitan mengikuti aturan
main di TK, ia pun sering kehilangan barang atau mainan akibat ketidak
disiplinannya.
Yang sebaiknya dilakukan Orang Tua:
– Bantu buatkan jadwal yang teratur semisal bangun pagi, mandi lalu sarapan.
– Kauth anak membesarjab sendiri urusan sehari-harinya seperti menaruh sepatu,
tas dan seragam sekolahnya ditempat seharusnya.
-Usahakan satu rumah memiliki ritme yang saa sehingga tidak sulit
mengikutinya.
Membuat
anak Usia 6-8 Tahun, Jadi Teledor
Anak akan kesulitan mengikuti aturan
di sekolah dasar yang jauh lebih disiplin daripada aturan di Sekolah, Sering
ketinggalan buku pelajaran,lupa tidak mengerjakan PR dan lainnya.
Lantas apa yang seharusnya dilakukan
orang tua?
– Bantu membuat jadwal harian, kapan waktu belajar, bermain dan istirahat
– Buat table hukuman misalnya kesalahan yang sama terulang sekian kai maka
jatah nbermain sepedanya dikurangi.
– Sesekali biarkan anak merasakan dampak dari ketidak
disiplinannya.
Membuat
Usia 9 -12 Tahun, Prestasi tak memuaskan
Anak akan mendapat banyak masalah
disekolah maupun dengan teman-temannya. Prestasi Pelajarannya juga cendung
kurang memuaskan karena anak tidak bisa membagu waktunya dengan baik. Ia tumbuh
menjadi pribadi yabg tidak tenangm selalu resah dan teburu-buru.
Lantas apa yang sebaiknya dilakukan
oleh orang tua?
– Anak usia ini sudah bisa diajak bicara. Berikan contoh-contoh lingkungan
terdekat dari orang-orang yang gagal.
– Pertegas sanksi bila masih mengulang kesalahan yang sama