Rabu, 14 Desember 2016

TK KHALIFAH: TK Islam di Makassar, Solo dan Palu

TK KHALIFAH: TK Islam di Makassar, Solo dan Palu

                              Menjadikan Anak Optimis


TK-Islam-di-Makassar-Solo-Palu


Membangun anak optimis adalah tanggung jawab orangtua, agar kelak anak menjadi tangguh menjalankan hidupnya.

Menjadikan anak optimis, sejak dalam kandungan kenalkan anak kata-kata positif, ibu pun bersikap optimis.

Bercerita kisah-kisah tangguh dimana tokoh mampu mengatasi perasaan negatif, memberi gambaran utk anak begitulah sikap yg harus dimiliki.

Menjadikan anak optimis, bangun rasa percaya diri anak dengan mendengarkan saat ia berbicara dan orangtua segera memenuhi panggilan anaknya.

Motivasi orangtua bagi anak bagaikan suplemen yang menyemangatkan diri, disinilah terbangun optimis diri.



TK KHALIFAH: TK Islam di Makassar, Solo dan Palu

Rabu, 12 Oktober 2016

TK KHALIFAH : TK Islam Terbaik Favorit di Makassar, Solo dan Palu

TK KHALIFAH : TK Islam Terbaik Favorit di Makassar, Solo dan Palu



tk-islam-yang-bagus-tk-islam-sekolah-tk-islam-tk-islam-terbaik
Teman anak-anak kita memberi pengaruh besar pada perilaku anak kita, bantu mereka untuk mendapatkan teman dan lingkungan baiknya.
 

Pengaruh teman anak tak bisa dihindarkan, orangtua bisa memberi bekal agar anak mampu melakukan penolakan.
 

Orangtua memposisikan diri sebagai sahabat anak, agar informasi pengalaman anak mudah didapat. Orangtua menjadi sahabat, anak mudah unttk curhat
Orangtua tak mungkin memberi pengawasan 24 jam, untuk anak tak berhenti didoakan dan yakin bahwa Allah sebaik-baik memberi penjagaan
 

Anak masih belum sesuai harapan, padahal upaya sudah dimaksimalkan, jangan pernah berhenti memberi teladan dan jadikan doa sebagai kekuatan.
 

Kekuatan itu bernama doa, jika sudah berupaya sekuat pikir & tenaga, serahkan semuanya pada Allah saja.
Kekuatan itu bernama doa, jika sudah berupaya sekuat pikir & tenaga mencari nafkah, biarkan Allah yang mencukupkannya.
Kekuatan itu bernama doa, jika sudah berupaya sekuat pikir & tenaga mendidik anak, yakinlah Allah sebaik-baik penjaga akhlak.


tk-islam-yang-bagus-tk-islam-sekolah-tk-islam-tk-islam-terbaik



TK KHALIFAH : TK Islam Terbaik Favorit di Makassar, Solo dan Palu

Senin, 19 September 2016

TK KHALIFAH : TK Islam Terbaik Favorit di Makassar, Palu dan Solo

TK KHALIFAH : TK Islam Terbaik Favorit di Makassar, Palu dan Solo


tk-favorit-di-palu-tk-favorit-di-makassar

Bagus tidaknya kualitas sebuah bangsa ditentukan dari bagaimana sistem pendidikannya.
Pendidikan bukan semata-mata untuk menyiapkan agar diterima di dunia kerja yang konon katanya agar sejahtera hidupnya.

Pendidikan semestinya lebih mempersiapkan anak dikehidupan nyata, selain mencakup dunia kerja juga mencakup hubungan terhadap sesama.
tk-favorit-di-palu-tk-favorit-di-makassar


Pendidikan semestinya memahamkan anak kepada etika-etika, sehingga saat dianugerahi rezeki yang banyak, ia bisa memberi lebih banyak manfaat.

Pendidikan memahamkan anak kepada tujuan kehidupan, sehingga ketika kesulitan ia mampu hadapi dengan tenang dan terus mencari jalan keluar.

Setiap anak berhak mendapat pendidikan, pendidikan terbaik tentunya, bukan pendidikan asal-asalan yang asal dapat ijazah dari sekolahan.



TK KHALIFAH : TK Islam Terbaik Favorit di Makassar, Palu dan Solo

Kamis, 15 September 2016

TK KHALIFAH: TK Islam Terbaik Favorit di Palu, Makassar dan Solo

TK KHALIFAH: TK Islam Terbaik Favorit di Palu, Makassar dan Solo


Pendidikan tauhid itu penting. Itu dasar pendidikan. Orang kaya mau peduli dhuafa itu karena ada tauhidnya.

tk-islam-di-makassar-tk-islam-di-palu-tk-islam-di-solo


Pejabat tidak korupsi itu karena ada tauhidnya. Cerdas tidak membodohi karena ada tauhidnya.

Pengusaha tidak membohongi karena ada tauhidnya. Tauhid pangkal keselamatan dan kedamaian.

Pendidikan tauhid kepada anak, sampai diabadikan dalam Al-Quran. Itu kisah keluarga Lukman. Silahkan cek Al-Quran surat Lukman.

tk-islam-di-makassar-tk-islam-di-palu-tk-islam-di-solo


Tauhid itu meng-esakan Allah. Kalau orang korupsi, didalam hatinya ada tuhan uang. Kalau cerdas membodohi dihatinya ada tuhan pikiran.


Jika dikeluarga telah ditanamkan pendidikan tauhid, cari pula sekolah yang menanamkan pendidikan tauhid, jadi sinkron semuanya.

TK KHALIFAH: TK Islam Terbaik Favorit di Palu, Makassar dan Solo

Rabu, 14 September 2016

TK KHALIFAH: TK Islam Terbaik Favorit di Palu, Solo dan Makassar

TK KHALIFAH: TK Islam Terbaik Favorit di Palu, Solo dan Makassar

Menurut Daniel Goleman penulis buku Emotional Intelligence, perasaan yang dirasakan seseorang saat masa kanak-kanak akan banyak mempengaruhi pembentukan karakternya hingga dewasa.

Perasaan yang muncul pada setiap anak pastilah berasal dari pengalamannya berinteraksi, apakah itu berinteraksi dengan anggota keluarga atau teman-teman sebaya. Perasaan yang nyaman yang dirasakan oleh anak mendorong ia berfikir positif tentang orang-orang disekitarnya dan lingkungannya.  

Menumbuhkan rasa percaya diri, aman dan cinta terhadap orang di sekitar dan kepada lingkungannya. Namun dalam pengalaman interaksi, tak selamanya anak memiliki perasaan yang nyaman, mungkin saja jika tidak dirumah, dilingkungan sekolah anak pernah merasakan pengalaman yang membuat ia tidak nyaman seperti kesal dan marah atau perasaan negative lainnya, hal ini tidak dapat kita hindari dalam interaksi.

 Sedangkan perasaan negative ini pun akan membangun persepsi negative anak terhadap dirinya sendiri, terhadap orang-orang disekitar dan kepada lingkungannya, misalkan rasa tidak percaya diri, dengki, dendam dsb jika kita tidak segera menetralkan perasaannya.

tk-terbaik-di-makassar-tk-terbaik-di-palu-tk-terbaik-di-solo


Lalu bagaimana cara penanggulanggannya ?
Bisa dengan cara berikut yaitu :
1. Mengakui atau menghargai perasaan anak
2. Berbicara dengan anak (ngobrol) untuk menggali perasaan anak atau pengalaman anak saat interaksi dihari itu, maksimal sebelum anak tidur, agar jika ada pengalaman buruk berkaitan dengan perasaannya dapat segera dinetralkan oleh orangtua dan tidak sampai masuk ke alam bawah sadar saat anak tidur.
3. Berdoa kepada Allah agar Allah selalu menjaga perasaan anak sehingga berdampak baik pada karakter anak (bukankah Allah sebaik-baik penjaga  )

Bagaimana cara mengakui atau menghargai perasaan anak ???
1. Peka terhadap perasaan mereka, sebut atau namai kemungkinan perasaan mereka, contohnya : “adik sedang marah yah?”
Lalu dengarkan mereka 100% dalam mengungkapkan perasaannya, tatap matanya dengan tatapan datar atau sayang. (berikan perhatian dan pengakuan)

tk-terbaik-di-makassar-tk-terbaik-di-palu-tk-terbaik-di-solo


Ketika kita biarkan anak mengungkap emosi dan pikirannya dengan bebas dan saat kita ada untuk memberi dukungan emosional, kita akan melihat mereka dapat menemukan solusi sendiri untuk permasalahan mereka. Kelebihan lainnya dari pendekatan ini adalah anak akan mengembangkan rasa percaya diri untuk berpikir bagi dirinya sendiri dan menghadapi tantangan – tantangan hidup.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mendengar informasi mengenai pengalaman bermain anak:
a. Jika mendengar informasi anak melakukan kesalahan (contoh : menjahili teman) sebaiknya tetap dengarkan anak bercerita kemudian beri gambaran efek dari perbuatannya sehingga ia paham dan menjawab sendiri efek dari perbuatannya.
b. Jika anak jujur menceritakan kesalahannya : apresiasi kejujurannya (focus kepada kejujurannya) dan maafkan kesalahannya namun tetap sampai pada anak paham efek dari perbuatannya. Hindari marah saat anak berusaha jujur mengakui kesalahannya, karena akan berakibat anak kemudian akan jera untuk berkata jujur atau dapat memanipulasi informasi untuk terhindar dari dimarahi.
c. Hindari hal-hal berikut ini :
Memberi Nasihat, misal: “aku tadi berkelahi dengan Vino disekolah”, respon kita pada umumnya “berkelahi lagi, berkelahi lagi, adik mau jadi preman yang sering berkelahi ?, hanya preman dan penjahat yang menyelesaikan masalah dengan berkelahi”
Menginterogasi, misal: “mainan aku hilang di sekolah” respon kita pada umumnya “tuuu kan mama bilang juga jangan bawa mainan ke sekolah. kamu yakin bukan kamu sendiri yang menghilangkan? Yakin kamu tidak lupa, coba diingat kembali”
Menyalahkan dan menuduh, misal: “tadi aku dihukum karena tidak ikut aturan” respon kita pada umumnya “makanya kamu harus ikut aturan”

2. Mengenali dan mengambarkan emosi
Perlu bagi kita sesaat untuk mempelajari makna dari emosi, karena ini penting bagi kita untuk bisa mencerminkan emosi anak dan mengerti dengan pasti apa yang mereka rasakan. Dengan dimengertinya perasaan mereka, maka

mudah bagi mereka untuk terbuka dan bicara tentang masalah mereka. Berikut adalah emosi yang umumnya dialami oleh manusia.

Nama Emosi dan Makna-nya :
a. Marah – Merasakan adanya ketidakadilan
b. Rasa bersalah – Kita merasa tidak adil terhadap orang lain
c. Takut – Kita diharapkan antisipasi karena sesuatu yang tak diinginkan bisa saja terjadi
d. Frustrasi – Melakukan sesuatu berulangkali dan hasilnya tak sesuai harapan artinya kita harus cari cara lain
e. Kecewa – Apa yang diinginkan tidak bisa terwujud
f. Sedih – Kehilangan sesuatu yang dirasa berharga
g. Kesepian – Kebutuhan akan relasi yang bermakna bukan hanya sekedar berteman
h. Rasa tidak mampu – Kebutuhan untuk belajar sesuatu karena ada sesuatu yang tak bisa dilakukan dengan baik
i. Rasa bosan – Kebutuhan untuk bertumbuh dan mendapatkan tantangan baru
j. Stress – Sesuatu yang terlalu menyakitkan dan harus segera dihentikan
k. Depresi – Sesuatu yang terlalu menyakitkan dan harus segera dihentikan
Berikut ungkapan terkenal dari Dorothy Law Nolte, ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA, untuk renungan kita orang tua :

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar membenci.
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah.
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan rasa iri, ia belajar kedengkian.
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai.
Jika anak dibesarkan dengan keadilan, ia belajar rasa aman.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.

Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan.
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran.
Jika anak dibesarkan dengan keramahan, ia meyakini sungguh indah dunia ini

Hanya kepada Allah kita berserah, tak henti berdoa agar Allah senantiasa melindungi akhlak anak-anak kita.




*Sumber :
- Yayasan Buah Hati
- Daniel Goleman, Emotional Intelligence, 1995
TK KHALIFAH: TK Islam Terbaik Favorit di Palu, Solo dan Makassar

Senin, 12 September 2016

TK di Medan, TK di Aceh, TK di Pekanbaru

TK di Medan, TK di Aceh, TK di Pekanbaru

tk-di-medan-tk-di-aceh-tk-di-pekanbaru


Teman anak-anak kita memberi pengaruh besar pada perilaku anak kita,  bantu mereka untuk mendapatkan teman dan lingkungan baiknya.

Pengaruh teman anak tidak bisa dihindarkan, orangtua bisa memberi bekal agar anak mampu melakukan penolakan.

Orangtua memposisikan diri sebagai sahabat anak, agar informasi pengalaman anak mudah didapat.

tk-di-medan-tk-di-aceh-tk-di-pekanbaru


Orangtua menjadi sahabat, anak mudah untuk curhat.

Orangtua tak mungkin memberi pengawasan 24 jam, untuk anak tak berhenti didoakan dan yakin bahwa Allah sebaik-baiknya memberi penjagaan.

Anak masih belum sesuai harapan, padahal upaya sudah dimaksimalkan, jangan pernah berhenti memberi teladan dan jadikan doa sebagai kekuatan.

Kamis, 08 September 2016

TK Di Solo, TK Di Makassar, TK Di Palu

TK Di Solo, TK Di Makassar, TK Di Palu



Potensi manusia ada 4 macam : akal, fisik, jiwa dan agama (menurut para ahli). Potensi manusia dapat memberi manfaat, dapat pula memberi bencana. Tergantung bagaimana mengelolanya :)

Akal, fisik, jiwa dan agama dikelola oleh nafsu. Baik buruknya nafsu dipengaruhi oleh pendidikan, pendidikan keluarga dan lingkungan.

Singkatnya, pendidikan itu ada 4 pelajaran, pelajaran akal, fisik, jiwa dan agama, yang berguna untuk kehidupan nyata. Pendidikan akal, fisik, jiwa dan agama adalah keterkaitan, semuanya tidak boleh dipisahkan. Hilang satu jadi jomplang bahkan menghancurkan.

Bom atom jadi mematikan karena kepandaian akal dan kekuatan fisik tidak diimbangi dengan ketenangan jiwa dan keyakinan agama.

Pendidikan di rumah dan sekolah harus mencakup akal, fisik, jiwa dan agama agar terasa manfaatnya dikehidupan nyata. Ilmuwan dunia Ibnu Sina, Al-Jabbar, Ibnu Rusyd, Ibnu Batutah adalah diantara ilmuwan yang cerdas akal, fisik, jiwa dan agama.

Pastikan pendidikan anak-anak mencakup pendidikan akal, fisik, jiwa dan agama, baik di rumah  ataupun di sekolah.


Minggu, 28 Agustus 2016

TK Di Makassar, TK Di Palu, TK Di Solo

TK Di Makassar, TK Di Palu, TK Di Solo

Tips Parenting

tk-di-makassar-tk-di-palu-tk-di-soloMembuat Bayi Tak belajar Mengontrol Emosi
Bayi kenal disiplin dari kebiasaan sehari-hari. Tetapi kalau kebiasaaan sehari-hari saja membingungkan karena tak ada aturan yang jelas untuk ditaati bersama, bagaimana bayi bisa bisa mengenal dunia ini sebagai tempat yang nyaman, dapat dipercaya dan dikendalikan.
Semuanya serba tidak pasti, misalnya kapan harus mandi, makan dan sebagainya. Akhirnya bayi tak pernah belajar bagaimana mengontrol semosi melalui kebiasaan yang dilakukan sehari-hari
Lantas Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Orang Tua?
– Biasakan bayi tidur tepat waktu dengan pola tidur teratur dan ditempat tidur. Rutinitas adalah langkan awal mengenalkan bayi pada disiplin.
–  Berikan ASI dengan pola yang teratur
– Jaga kebersihan bayi dengan segera mengganti baju/popok bila basah
Membuat Batita Semuanya Sendiri
Tidak ada aturan yang tegas di rumah sehigga menyebabkan anak bersikap semaunya. Akibatnya anak tidak disukai dalam pergaulan. Selain itu, kemampuan membedakan benar salah, baik/buruk akan terhambat.
Lantas apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua?
– Gunakan Taktik. Misalnya orang tua tak ingin anak menonton TV sampai malam, sebaiknya segera ajak anak ke kamar. Bacakan buku cerita atau dongeng kegemarannya sampai tertidur.
– Jangan asal melarang tetapi sampaikan juga alasannya dengan bahasa yang mudah dipami anak.
– Sampaikan dengan jelas. Umpama, anak tak boleh bermain terlalu jauh, ini membingungkan anak. Katakan saja kalau hanya boleh bermain diteras rumah.
Membuat Anak Prasekola Sulit Ikut Aturan
Selain kesulitan mengikuti aturan main di TK, ia pun sering kehilangan barang atau mainan akibat ketidak disiplinannya.
Yang sebaiknya dilakukan Orang Tua:
– Bantu buatkan jadwal yang teratur semisal bangun pagi, mandi lalu sarapan.
– Kauth anak membesarjab sendiri urusan sehari-harinya seperti menaruh sepatu, tas dan seragam sekolahnya ditempat seharusnya.
-Usahakan satu rumah memiliki ritme yang saa sehingga tidak sulit mengikutinya.
Membuat anak Usia 6-8 Tahun, Jadi Teledor
Anak akan kesulitan mengikuti aturan di sekolah dasar yang jauh lebih disiplin daripada aturan di Sekolah, Sering ketinggalan buku pelajaran,lupa tidak mengerjakan PR dan lainnya.
Lantas apa yang seharusnya dilakukan orang tua?
– Bantu membuat jadwal harian, kapan waktu belajar, bermain dan istirahat
– Buat table hukuman misalnya kesalahan yang sama terulang sekian kai maka jatah nbermain sepedanya dikurangi.
– Sesekali biarkan anak merasakan dampak dari ketidak
disiplinannya.
Membuat Usia 9 -12 Tahun, Prestasi tak memuaskan
Anak akan mendapat banyak masalah disekolah maupun dengan teman-temannya. Prestasi Pelajarannya juga cendung kurang memuaskan karena anak tidak bisa membagu waktunya dengan baik. Ia tumbuh menjadi pribadi yabg tidak tenangm selalu resah dan teburu-buru.

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua?
– Anak usia ini sudah bisa diajak bicara. Berikan contoh-contoh lingkungan terdekat dari orang-orang yang gagal.
– Pertegas sanksi bila masih mengulang kesalahan yang sama